Sekilas PT SMS

Lokasi

Secara administratif areal PT. Satria Manunggal Sejahtera seluas 10.000 Ha termasuk dalam wilayah Kecamatan Nanga; Pinoh Desa Nusa Pandau dan Desa Tebing Kerangan. Kecamatan Ella Hilir; Desa Nanga Ella Hilir, Pelempai Jaya, Popai, Domet Permai dan Desa Lengkong Nyadom dan Kecamatan Menukung; Desa Ella Hulu, Kabupaten Melawi, Provinsi Kalimantan Barat.

Secara geografis areal  terletak sebagai berikut :

111°52’34,3’’ sampai 112°08’51,8’’ Bujur Timur dan antara 0°19’19,1’’ sampai 0°27’22,4’’ Lintang Selatan

Dengan batas-batas wilayah areal  sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara         :  Sungai Melawi dan Desa Nanga Ella Hilir
  2. Sebelah Selatan           :  Dusun Sengalang dan Dusun Ota Tengah
  3. Sebelah Timur               :  Sungai Ella Hulu dan Dusun Laman Mumbung
  4. Sebelah Barat          : Sungai Melawi dan Desa Tebing Karangan

Aksesbilitas

Untuk mencapai areal survai dari Jakarta dapat dijangkau dengan pesawat sampai Pontianak dengan lama perjalanan 1.5 jam, dari Pontianak menggunakan mobil melalui jalan Negara sampai Nanga Pinoh lama perjalanan 8 jam dengan jarak 372 Km dan kondisi jalan relatif baik, selanjutnya dari Nanga Pinoh melalui jalan provinsi juga menggunakan mobil sampai areal survai lama perjalanan 2 jam dengan jarak 44 Km dan kondisi jalan sedang.

Iklim 

Dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit, sifat iklim memegang peranan penting karena erat hubungannya dengan ketersediaan sumberdaya air. Untuk itu keberadaan data iklim yang lengkap akan memberikan informasi yang akurat, sebab dalam batas-batas tertentu iklim dapat merupakan faktor penunjang namun dapat juga menjadi faktor pembatas.

Data curah hujan dan data iklim diambil dari Stasiun Badan Meteorologi dan Geofisika Bandara Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi selama 10 tahun dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2009.

Curah Hujan

Berdasarkan data curah hujan menunjukkan bahwa curah hujan rata-rata tahunan sebesar 3.584 mm/tahun dengan curah hujan rata-rata bulanan sekitar 164 mm/bulan. Curah hujan rata-rata bulanan maksimum sebesar 428 mm terjadi pada bulan Desember, sedangkan curah hujan rata-rata bulanan minimum 157 mm terjadi pada bulan Agustus.

Klasifikasi iklim di areal survai menurut Schmidt-Fergusson termasuk dalam Iklim A yaitu iklim basah dimana bulan basah dengan curah hujan > 100 terjadi sepanjang tahun, sedangkan Klasifikasi iklim menurut Odelman termasuk dalam zona A, bulan basah yang lebih dari 9 bulan berturut-turut dimana bulan basah adalah curah hujan lebih dari 200 mm dan bulan kering adalah curah hujan kurang dari 100 mm.

Berdasarkan Peta Pewilayahan Hujan Provinsi Kalimantan Barat areal survai termasuk Pola C dan Tipe IVC dengan curah hujan 3.100 – 5.000 mm/tahun (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian Tahun 1998).

Suhu Udara

Suhu udara relatif konstan sepanjang tahun dengan suhu rata- rata-rata bulanan 26,7º C. Suhu udara tertinggi terjadi pada bulan Mei rata-rata 27,2º C dan suhu udara terendah pada bulan Desember rata-rata 26,2º C.

Kelembaban Udara

Kelembaban udara rata-rata relatif tinggi, dengan rata-rata kelembaban udara bulanan 84,3 %. Kelembaban udara tertinggi terjadi pada bulan Januari rata-rata 86,7 % dan kelembaban udara terendah pada bulan Agustus rata-rata 80,6 %.

Kecepatan Angin

Kecepatan angin rata-rata konstan sepanjang tahun yaitu 1 knot

Radiasi Matahari

Intensitas penyinaran matahari rata-rata bulanan 58,6 %, dengan lama penyinaran matahari lebih dari 1.900 jam per tahun. Penyinaran matahari tertinggi terjadi pada bulan Agustus rata-rata 73 % dan terendah pada bulan Januari rata-rata 48 %.

Neraca Air

Neraca  air adalah keseimbangan antara air yang diterima berupa hujan  dan air yang hilang berupa  evapotranspirasi. Perhitungan neraca air di areal survai dimaksudkan untuk mengetahui ketersediaan air tahunan sebagai fungsi meteorologis.

Ketersediaan air dalam tanah juga dipengaruhi oleh kemampuan tanah menyimpan air. Dengan demikian neraca air dipengaruhi oleh iklim dan tanah. Faktor iklim yang paling berpengaruh secara  langsung adalah curah hujan sebagai sumber masukan air dan penguapan sebagai proses  kehilangan air.  Sedangkan faktor tanah yang berpengaruh terhadap neraca air adalah kemampuan menyimpan dan menahan air.

Untuk analisa ini yang dihitung adalah selisih besarnya curah hujan yang  jatuh dengan besarnya evapotranspirasi. Bila curah hujan yang jatuh lebih besar dari evapotranspirasi akan terjadi surplus air. Apabila evapotranspirasi lebih besar dari curah hujan yang jatuh akan terjadi defisit air.

Besarnya evapotranspirasi potensial (Etp) dihitung dengan metode Penmann. Data yang digunakan untuk menghitung evapotranspirasi potensial ini adalah data iklim di atas.

Dari hasil analisa neraca air tersebut jumlah air yang hilang akibat adanya evapotranspirasi sebesar 1.255 mm/tahun yang berarti terjadi surplus air sebesar 1.643 mm/tahun dan tidak terjadi defisit air sepanjang tahun apabila dibandingkan dengan jumlah curah hujan tahunan efektif yang terjadi yakni sebesar 2.867 mm/tahun (80%).

Air Permukaan

Sumberdaya air permukaan yang terdapat di areal survai adalah Sungai Pihu, Sungai Senempa, Sungai Kemiru, Sungai Nuak, Sungai Sungai Ella dan Hulu Ella Hilir sedangkan Sungai melawi merupakan batas lokasi areal survai di sebelah Utara.  Dari hasil pengamatan sumberdaya air yang dilakukan di areal survai yaitu Sungai  Pihu  mempunyai debit 0,75 M3/detik, Sungai Senempa mempunyai debit  3,47 M3/detik, Sungai Kemiru mempunyai debit 0,07 M3/detik,  Sungai  Nuak mempunyai debit 13,93 M3/detik, Sungai  Ella Hulu mempunyai debit 23,69 M3/detik dan Sungai Ella Hilir mempunyai debit 21,04 M3/detik.

One response to “Sekilas PT SMS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s